« Home | Dear Harsya & Nesha » | The Popinjays » | @ scoops » | Big fat sense of humor » | L: Lust, Love, Lesbian, Lho?! » | How do clams enjoy living in a shell? » | Just The Way You Are - Barry White » | Fall or Fly (?) » | Sado Masasih (?) » | back to where the blogging is » 

Tuesday, September 27, 2005

Persiapan itu Perlu

Buka-buka majalah, mata tertarik ke visual kue bolu berkerim dengan potongan stroberi segar. Terbitlah air liur sesaat. Rasanya wajib mencicipi, toh bahannya rasanya tidak terlalu sulit. Belanjalah ke supermarket terdekat dari rumah. Semua bahannya sebisa mungkin di-upgrade supaya rasanya lebih enak. Krimnya pilih yang double cream bukan wippy bubuk, susunya bear brand bukan ultra, telurnya yang omega 3 bukan yang kiloan, tepungnya… ah semua tepung tampak sama sampai sulit dibuatnya.

Semangatnya begitu sampai rumah, langsung mengaduk bahan sesuai instruksi dari majalah. Sesekali mencicipi bahan mentahnya rasanya enak juga apalagi setelah ditambah ekstra rum. Tak terasa sudah semangkuk kecil adonan habis digado langsung dari baskomnya. Setelah agak lama adonan sudah tampak putih mengembang, dituang ke cetakan, tinggal dipanggang.

Tau-taunya gasnya habis. Sial. Kok bisa-bisanya... Mulai ngedumel buru-buru telfon tukang gas, mas, bisa dikirim kira-kira 5 menit yang lalu? Sambil nunggu, keselnya semakin tebel. Apalagi setelah melihat cucian bekas proses heboh bikin kue yang menumpuk di wastafel.

Begitu api menyala, adonannya mulai surut. Apa daya mau nggak mau dipanggang saja. Alhasil jadinya bantet. Selera hilang, perut pun terlanjur kenyang. Si Balki mengibas-ngibaskan ekor tanda senang.

E-mail this post



Remenber me (?)



All personal information that you provide here will be governed by the Privacy Policy of Blogger.com. More...

Add a comment

 
Powered for Blogger
by Blogger Templates